Tak sengaja saya temukan buku usang yang terukir sebuah kenangan indah,kata-kata indah dan juga sangat lucu untuk di baca lagi pada saat sekarang ini karena catatan tersebut sudah terpendam selama 7 tahun,lumayan lama tapi jadi inget juga saat kejadian itu saya seakan-akan jadi pujangga baru tanpa guru …
PESONAMU
Kala matahari telah melihat ujung ufukAku melihatnya,dua gigi depanmu yang sebelah atas
Begitu indah saat kau rekahkan bibir tipismu
Memenggil lagi namamu yang lusuh dan usang
Tertimbun oleh hari-hari yang membosankan
Aku tertegun menikmati semua itu bersama ujung mataku
Yang tak jemu-jemunya memandangmu,kau cantik dan mempesona
Berapa menit saja waktu yang ku lewati dalam hari-hariku di kota ini
Terasa lama aku tak merasakan seperti itu
Sore tadi hanya dengan beberapa detik
Anginya yang menyebar kejantung hatiku bersama namamu,
Kau ada di depanku
Hai gadis,untuk siapa senyum indahmu ? …Anginya yang menyebar kejantung hatiku bersama namamu,
Kau ada di depanku
Adakah engkau telah terlupa saat kita di pertemukan di mimpiku ? …
Tiga kali kau sempat menangis saat aku katakan cinta untukmu,
Sambil berlalu dengan sifat muliamu
Ah … begitu naifnya aku,mungkin kau bukan
hanya terlupa
Melainkan kau memang benar-benar nggak tahu,ya … nggak tahu sama sekali
Sore tadi,aku hanya dapat merasakan betapa cepatnya detak jantungkuMelainkan kau memang benar-benar nggak tahu,ya … nggak tahu sama sekali
Begitu keras hingga alam pun ikut mendengarnya,mentertawakanku
Yang sedang melihat kau membonceng sepeda dengan ayunan gadis
Yang pernah aku sapa saat ingin aku memintamu untuk tersenyum kepadaku
Kau berlalu tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku
Laksana matahari yang saat ini telah pergi tanpa membelai wajahku




0 komentar:
Posting Komentar