Halaman

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 Oktober 2011

Mourinho sekalipun Tidak Bisa Tangani Indonesia!

Foto: Wim Rijsbergen/Heru Haryono
JAKARTA - Koordinator Tim Nasional Bob Hippy menyatakan tidak ada yang harus dievaluasi terkait kepemimpinan pelatih Wim Rijsbergen menyusul kekalahan ketiga Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2014.

Menurut Bob, kekalahan tidak harus dilimpahkan pada pelatih bila melihat permainan timnas yang sering kehilangan bola.
"Evaluasi soal Wim? Di mana evaluasinya? Di mana yang salah? Kalian nonton pertandingannya tidak? Golnya karena kita kehilangan bola," tukas Bob kepada wartawan, Rabu (12/10/2011).

"Kita kemarin nggak punya bola. Kalau you punya bola, you kontrol pertandingan. Kalau mereka profesional, pelatih sudah tidak berpengaruh lagi. Kita tidak kehilangan bola, tidak gampang direbut," paparnya.

Bob menegaskan, jika materi yang dimiliki seperti saat ini, siapa pun pelatihnya tetap akan sulit untuk membawa Indonesia berpreastasi lebih.

"Mourinho pun tidak akan bisa menangani indonesia 4 sampai 5 tahun ke depan, tanpa kita memulai dari dasar," cetusnya.

"Jadi pelatih yang bagus nanti datang, dia sudah punya materi yang bagus saat melatih, karena kita melakukan pembinaan sejak dini, dari U-12. Kalau materi yang ada seperti sekarang tidak bisa," tandasnya.

oleh: Okezone

Suarez Bakal Hancurkan Pertahanan Rapuh MU


Liverpool - Luis Suarez musim lalu jadi momok menakutkan Manchester United dalam pertandingan di Anfield. Akhir pekan ini striker asal Uruguay itu diyakini bakal memporak-porandakan benteng 'Setan Merah' yang rapuh.

Suarez gagal mencetak gol saat Liverpool menang 3-1 atas MU di Anfield musim lalu. Namun striker yang ketika itu baru diboyong dari Ajax Amsterdam tersebut menjadi pemain yang paling berjasa atas trigol Dirk Kuyt.

Salah satu yang paling diingat tentu saja aksi individunya saat melewati beberapa pemain MU di kotak penalti sebelum melepas umpan pada Kuyt dan berujung lahirnya gol pertama. Dan dengan apa yang sudah dipertunjukkan dalam pertandingan tersebut, Suarez diyakini kembali jadi ancaman besar The Red Devils.

"Jika Suarez dalam performa terbaiknya, Liverpool akan berada dalam posisi yang bagus. Dia membuat MU pontang-panting saat berhadapan Maret lalu. Dia mengkreasikan tiga gol tersebut dan memberi bek MU mimpi buruk. Dirk Kuyt mencetak hat-trick, tapi Suarez bintangnya," ungkap mantan pemain Liverpool, John Alridge.

Meski sangat produktif di Liga Inggris, total telah membuat 24 gol dari tujuh pertandingan, lini belakang MU dianggap menjadi titik lemah. Hasil 3-3 kontra FC Basel di Liga Champions serta banyaknya peluang yang dimiliki Norwich City dalam laga di Old Trafford dianggap Alridge membuktikan hal tersebut.

"Jangan membuat kesalahan, Alex Ferguson akan sangat-sangat waspada dengan Suarez akhir pekan ini. Dia (Feguson) tahu kalau timnya punya banyak kecerobohan di lini belakang yang bisa diekspose."

"Mereka sangat baik di depan, fantastis untuk dilihat, tapi mereka sangat mudah diserang. Bahkan tim seperti Basel dan Norwich berhasil menunjukkan hal tersebut belum lama ini," tuntas Alridge.


oleh: detiksport

Yahoo! Indonesia luncurkan Yahoo Post


Jakarta (Antara News) -  Yahoo! Inc memperkenalkanplatform sosial terbaru yaitu Yahoo! Post, alat pencarian konten yang menggabungkan mesin pencarian dan media sosial di Jakarta, pada Rabu (21/9).


Country Manager Yahoo! Indonesia Pontus Soonerstedt mengatakan platform itu sangat menguntungkan pengguna yang ingin mencari informasi dan isu-isu terkini seperti olah-raga, fashion, perjalanan dan selebritis sekaligus mereka bisa berinterkasi antar pengguna membahas suatu topik.

"Yahoo! Post memungkinkan pengguna membuat sebuah topik forum baru lalu didiskusikan  dengan pengguna Yahoo! lainnya," katanya.

Platform itu dilatarbelakangi sebuah survei ComScore, sebuah perusahaan pihak ketiga yang menyebutkan sekitar 85 % pengguna Internet di Indonesia membuka Internet untuk melakukan pencarian dan 95 % untuk membuka jejaring sosial.

Hal itu berarti kebutuhan pengguna Internet Indonesia akan pencarian dan jejaring sosial sangat tinggi dan ada pasar tertentu jika Yahoo! menggabungkan dua kebutuhan tersebut.

"Platform ini adalah penggabungan dua kebutuhan pengguna Internet di Indonesia," katanya.

Pengguna juga bisa membagi foto, video, dan link di Yahoo! Post. Bagi anggota yang aktif di forum akan dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi menjadi pemilih, jika semakin aktif akan menjadi  moderator dalam komunitas Yahoo.

Percantik Mozilla Firefox Anda dengan Personas

Apakah anda bosan dengan tampilan Mozilla Firefox yang standar yang kurang menarik, dan anda ingin sekali mengubah tampilannya agar lebih "wah" dari sebelumnya maka saya sarankan gunakanlah fitur menarik Add-Ons Personas.

Personas sendiri adalah salah satu Add-ons untuk mengganti skin Mozilla Firefox dengan cara yang sangat mudah. anda sendiri pun bisa membuat skin sesuai yang anda inginkan.

Berikut ini tutorial menambah Add-Ons Personal ke Browser Mozilla Firefox.


1. Buka browser Mozilla Firefox Anda dan pilih menu Tools - Add-ons


2. Setelah muncul jendela Add-ons, ketik "Personas Plus" nanti akan muncul beberapa pilihan Add-ons, yang harus anda pilih adalah "Personas Plus" lalu klik tombol "Instal / Add to Firefox" seperti gambar dibawah ini.



setelah Di Klik tombol Instal Tampilan berubah seperti Gambar Di bawah Ini, dan lalu terus selanjutanya XD
Klik Restar Now..




Tengtet..... Berubahh.. :D


4. Jika tahap Installasi telah selsai, maka anda sudah bisa mengganti skin Mozilla Firefox anda. caranya adalah pilih menu Tools - Personas.





Caranya mudah bukan. jika anda tertarik untuk membuat skin sendiri silahkan anda baca manualnya Disini jika anda ingin melihat seluruh kumpulan skin anda bisa melihatnya Disini

Selamat mencoba.

oleh: http://namapanjang.blogspot.com

Gedung Pencakar Langit Berlapis Emas Hasil 'Saweran' Penduduk Desa

Beijing - Salah satu gedung pencakar langit tertinggi di China mulai beroperasi. Uniknya, gedung pencakar langit itu merupakan hasil 'saweran' para penduduk desa yang memang notabene kaya raya. Di salah satu lantainya berlapis emas.

Adalah Longxi International Hotel, gedung pencakar langit yang ada di salah satu desa paling kaya China, Huaxi. Gedung tersebut memiliki tinggi 328 meter dengan biaya pembangunan mencapai US$ 470 juta.

Di China, gedung pencakar langit memang bukan hal yang mengherankan. Setidaknya ada sekitar 10 gedung yang lebih tinggi di China, termasuk Shanghai World Financial Center yang merupakan gedung tertinggi ke-3 di dunia. Namun umumnya, gedung-gedung pencakar langit itu ada di kota-kota besar.

Sementara Longxi International Hotel berada di Huaxi yang masih dikategorikan sebagai sebuah desa di Provinsi Jiangsu, China bagian Timur. Desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang berkembang pesat dari hanya 1.600 orang pada era 1960-an menjadi 50.000 pada saat ini.

Huaxi dulunya merupakan lingkungan pedesaan yang kumuh, namun kemudian tumbuh pesat seiring reformasi ekonomi China besar-besaran dalam 30 tahun terakhir. Kekayaan Huaxi didasarkan pada pengumpulan dana-dana dari rumah tangga yang terdaftar yang telah mengumpulkan uang dari berbagai industri seperti baja dan tekstil. Kebanyakan pendapatan rumah tangga di desa tersebut diinvestasikan lagi ke proyek lanjutan dengan basis mandatory, sehingga membuat siklus terus berjalan. 

Menurut surat kabar China Daily, yang dikutip dari AFP, Rabu (12/10/2011), pemegang saham dari Longxi International Hotel tersebut adalah 200 rumah tangga desa, yang masing-masing menyediakan 10 juta yuan atau sekitar US$ 1,5 juta untuk model proyek tersebut.

"Gedung tersebut adalah simbul kolektivitas," ujar Deputi Partai Komunis Huaxi, Zhou Li.

Huaxi Group, korporasi yang mengelola bisnis penduduk desa tersebut memiliki 2.000 pemegang saham, semuanya merupakan penduduk yang teregistrasi. Selain penduduk desa tidak diizinkan menjadi pemegang saham, meski mereka bekerja di sana. 

Hotel tersebut diharapkan bisa mengakomodasi pebisnis yang menyewa di desa industri tersebut, para pejabat yang mempelajari modal Huaxi dan juga wisatawan di desa tersebut.

Di dalam gedung tersebut terdapat restoran, kolam renang di atap, mal, gedung bioskop, spa, dan pada lantai 60 dibuat dari berton-ton emas.

oleh:
http://finance.detik.com

Tevez Segera 'Disidang' City



Manchester - Carlos Tevez akan menjalani proses lanjutan dari Manchester City atas dugaan pelanggaran kontrak, sehubungan dengan insiden yang terjadi bulan September lalu.

Tevez kembali ke Inggris, Rabu (12/10/2011) waktu setempat, setelah menjalani skors selama dua pekan dari City. Sanksi itu diberikan klub menyusul dugaan ia telah menolak bermain saat City menghadapi Bayern Munich di Liga Champions pada 27 September lalu.

Saat si penyerang asal Argentina tengah menjalani masa skorsingnya, City terus melakukan penyelidikan mengenai insiden tersebut. Hasilnya, City menyimpulkan ada indikasi pelanggaran kontrak yang lahir dari tindakan Tevez.

"Klub sudah melakukan penyelidikan mengenai kejadian pada tanggal 27 September di Allianz Arena," terang City dalam situs resmi klubnya.

"Dalam penyelidikan itu, klub kini sudah mencapai tahap di mana muncul kesimpulan bahwa Carlos Tevez perlu memberikan keterangan atas adanya dugaan pelanggaran kontrak," lanjut City.

Juga disebutkan, Tevez telah diinformasikan bahwa dalam waktu dekat dirinya bakal menjalani proses lanjutan berupa pemeriksaan dari City. Sebelum itu, ia harus menghadap Manajer City Roberto Mancini untuk kembali berlatih.

"Carlos diharuskan melapor ke Roberto Mancini untuk berlatih pada hari Kamis," simpul pernyataan itu.

Entah bagaimana reaksi Mancini saat bertemu kembali dengan Tevez, pemain yang divonisnya sudah "habis" di City menyusul insiden di markas Bayern.

oleh: detiksport.com

Pemaafan Koruptor dan Purifikasi Korupsi

Di bulan ramadhan lalu, rakyat Aceh disuguhkan drama pengadilan dua tersangka kasus bobolnya deposito 220 Miliar milik Pemkab Aceh Utara dengan tersangka bupati dan wakil bupati Aceh Utara. Kasus ini termasuk lambat diproses dikarenakan tersangka lainnya sudah terlebih dahulu divonis oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Bupati dan wakil bupati Aceh Utara oleh sebagian aktivis anti-korupsi Aceh sudah diusulkan untuk dinonaktifkan sementara menunggu proses hukum yang sedang berjalan demi efektivitas pemerintahan, tapi hingga hari ini belum terealisasi. Sementara proses hukum masih berjalan, bupati dan wakil bupati Aceh Utara masing-masing juga telah mendaftarkan diri untuk maju menjadi orang nomor satu di Aceh Utara melalui pemilihan kepala daerah yang direncanakan akan digelar di tahun 2011 ini.


Sementara itu, di Aceh Timur, mantan bupati yang terlibat kasus korupsi, Azman Usmanuddin, yang baru saja berakhir masa hukumannya langsung menerima ribuan fotokopi kartu tanda penduduk pendukungnya yang ingin dirinya maju kembali ke kursi kepemimpinan Aceh Timur periode ke depannya. Jauh sebelumnya, mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh yang terlibat kasus korupsi dan sempat mendekam di Lapas Sukamiskin Bandung telah bebas bersyarat pada 18 November 2009. Abdullah Puteh yang pada April 2005 lalu dinyatakan terbukti bersalah, hanya menjalani masa hukuman empat tahun sebelas bulan dari vonis sepuluh tahun kurungan penjara. Abdullah Puteh seharusnya bebas murni Maret 2013 nanti setelah dipotong remisi selama 2 tahun 5 hari (www.indosiar.com). Bebas bersyarat Abdullah Puteh disambut sukacita dan dirayakan dengan perayaan besar di salah satu pesantren di Ulee Kareng, Banda Aceh.
Rakyat Aceh sudah sejak lama telah menerapkan ide yang sempat heboh beberapa waktu lalu saat Ketua DPR RI Marzuki Alie mengusulkan untuk ide pemaafan koruptor. Hanya di Aceh lah koruptor yang baru saja lepas dari penjara dapat langsung mendapatkan ribuan fotokopi KTP penduduk untuk mendukungnya untuk naik ke tampuk kekuasaannya lagi dan disambut dengan sukacita saat bebas. Hanya di Aceh!
Purifikasi Korupsi
Bulan Ramadhan telah berakhir dan ditutup dengan Idul Fitri, hari dimana manusia seolah-olah akan terlahir kembali layaknya seorang bayi yang suci. Ramadhan dianggap sebagai sebuah proses purifikasi atau penyucian diri melalui ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang disunatkan untuk dilaksanakan dengan ganjaran yang berlipat ganda dari Yang Maha Kuasa.
Islam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia secara lengkap. Tidak ada satupun aspek dalam kehidupan manusia yang tidak diatur dalam Islam, termasuk korupsi. Korupsi diharamkan dalam Islam. Bashry dalam Hasan (2009:36), menyebutkan “Dalam literatur Islam tidak terdapat istilah yang sepadan dengan korupsi, namun korupsi dapat dikategorikan sebagai tindak kriminal (ma’shiyat), dalam konteks risywah(suap), saraqah (pencurian), al-ghasysy (penipuan), dan khiyanah(pengkhianatan).” Alquran menegaskan, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil (tidak sah dan tidak etis), kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu” (QS An-Nisa:29).  Lebih lanjut juga ditegaskan dalam Alquran, “Barang siapa yang melakukan hal itu (memakan harta secara tidak sah) dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami (Allah swt) akan memasukkannya ke dalam neraka” (QS An-Nisa:30).
Daerah Aceh sebagai sebuah daerah syariat Islam juga tidak luput dari perilaku korup dan bahkan pernah menjadi daerah dengan tingkat korupsi tertinggi. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Abdul  Malik Gismar dalam artikelnya di harian Kompas (18/3/2011) menuliskan bagaimana saat seorang temannya pernah bertanya mengapa orang Islam tidak jijik terhadap korupsi sebagaimana mereka jijik terhadap daging babi, padahal korupsi juga haram hukumnya. Mengikuti diskursus korupsi, suatu tindakan yang secara obyektif jelas korupsi bisa dianggap pelakunya sebagai haram, setengah haram, bahkan halal. Semua orang tahu bahwa korupsi berarti curang dan melakukannya akan menimbulkan rasa bersalah.
Gismar menambahkan bahwa nalar manusia yang sangat elastis (lentur) dan akomodatif, melalui berbagai mekanisme budaya dan psikologis, akan menemukan justifikasi atau pembenaran untuk menghilangkan segala hal yang menimbulkan rasa bersalah. Semakin kompleks persoalan, semakin terbuka lebar justifikasi rasional yang dapat digunakan.
Hal ini juga selaras dengan jawaban ilmu akuntansi tentang mengapa korupsi atau fraud terjadi yang dijelaskan oleh 3 faktor yang dikenal dengan segitiga kecurangan (fraud triangle) yaitu tekanan yang dirasakan, kesempatan, dan rasionalisasi (Soedibyo, 2009). Orang-orang memilih untuk korupsi karena adanya tekanan, misal kebutuhan keuangan; kesempatan yang ada, misal posisi/jabatan tertentu; dan rasionalisasi seperti saya telah bekerja lama, saya telah banyak memberi pada organisasi atau negara, saya hanya mengambil sedikit, orang lain juga korupsi,  dsb. Ditambah faktor eksternal seperti ringannya hukuman yang akan diterima jikapun nantinya dia dihukum dan hartanya sedikit yang disita. Seperti yang tampak saat ini, koruptor bisa mendapatkan remisi dan bisa bebas bersyarat.
Gismar menuliskan bahwa salah satu mekanisme kultural-psikologis yang sangat kuat menjadi pembenaran dilakukannya korupsi adalah ritual purifikasi atau penyucian. Ketika seorang aparat menerima uang rokok, uang lelah, uang terima kasih, dan sebagainya, biasanya ia akan bertanya, “Ini ikhlas, kan?” Kata ikhlas menjadi mantra purifikasi (penyucian) dalam transaksi ini sehingga suap, korupsi, dan segala bentuk lain menjadi halal. Inilah mekanisme kultural-psikologis yang berada di balik paradoks kesalehan sosial versus korupsi: korupsi tetap tinggi meskipun kesalehan sosial juga tinggi. Dan hal ini lah yang wujud di Aceh, orang terus shalat dan ibadah, tapi korupsi juga jalan terus!
Puasa ramadhan telah selesai, kita tentu saja tidak mengharapkan angka kasus korupsi khususnya di Aceh juga semakin tinggi pascalebaran. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat dalam artikelnya di majalah Garuda edisi Agustus 2011, “Dengan menghayati dan menjalani ibadah puasa, seseorang mestinya senantiasa menyebarkan vibrasi kebaikan, kejujuran, kedamaian, dan kenyamanan kepada siapa saja di sekitarnya. Jadi sungguh ironis kalau sebuah bangsa yang rajin berpuasa ternyata masih senang melakukan korupsi dan tengkar.” Tambahnya “Tentu aneh jika setiap puasa mesjid-mesjid selalu meriah, namun berbagai tindak korupsi dan penyimpangan sosial masih kerap terjadi.

oleh:
http://acehinstitute.org

Atjeh Negeri seribu satu hikayat

"Negeri Seribu Satu Hikayat"



Jika negeri belahan Asia Barat sana ada yang menda­pat julukan sebagai “Negeri Seribu Satu Malam”, kami menilai Aceh sebagai negeri seribu satu hikayat. Gelar ini kami berikan untuk Aceh dengan tanpa menafikan ge­lar-gelar lainnya seperti Serambi Makkah, Tanah Rencong, Negeri Iskandar Muda, Negeri Syariat Islam, Daerah Mod­al, atau julukan lainnya.

Gelar “Seribu Satu Hikayat” kami berikan karena Aceh memang banyak menyimpan kisah lama, baik suka, duka, luka, nestapa, sengsara, air mata, canda, tawa, atau kisah bahagia akan kejayaan Is­kandar Muda yang selalu dikenang sepanjang zaman. Kisah-kisah itu, di Aceh bukan lagi men­jadi sebuah dongeng, tapi dianggap sebagai hikayat. Karenanya, kami menyebut Aceh “Negeri Seribu Satu Hikayat”.
Naskah Hikayat
Secara sederhana, hi­kayat adalah cerita yang diyakini kejadiannya pada suatu masa, yang diceritakan kembali pada masa selan­jutnya. Karena itu, hikayat dapat berupa legenda, syair, seja­rah dan sejenisnya. Namun, belakan­gan istilah hi­kayat semakin populer digunakan pada setiap kisah yang juga berupa dongeng—sulit dibuktikan kebenarannya. Ang­gapan dongeng atau cerita fiksi lainnya dianggap oleh si penulis sebagai hikayat, barangkali berdasarkan ketaja­man dan kelantangan penyampaian ujaran bertuturnya. Ini adalah era kemajuan sastra dalam berkontemplasi, maka terhadap sebuah cerpen pun, si pengarang suka menyebut karyanya dengan “hikayat”.

Terlepas dari beragam warna hikayat itu, di Aceh, pada zaman dahulu, hikayat juga dijadikan sebagai senjata melawan kaphé peunjajah. Salah satu hikayat yang dikenal mampu menggelora­kan semangat juang bangsa dan masyarakat Aceh kala itu adalah Hikayat Prang Kompeni atau Hikayat Prang Sabi. Hikayat ini diciptakan oleh Tgk. Chik Pante Kulu alias Abdul Karim yang kemudian populer dengan sebu­tan “Do Karim”.

Dalam Hikayat Prang Kompeni disebutkan bahwa setiap yang mati dalam perang melawan kaphé mendapat pahala syahid dan bidadari syurga me­nanti orang-orang yang syahid tersebut. Kemu­dian, karena melawan penjajah demi memper­tahankan wilayah dan bangsa juga disebut­kan mendapat pahala syahid, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pun menggelorakan Hi­kayat Prang Kompeni dalam melawan pemerintahan Republik Indonesia dengan menyatakan mati melawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Polisi adalah juga mati syahid. Demikian seba­liknya, aparat keamanan RI pun beranggapan akan mati syahid jika terbunuh oleh GAM/TNA. Alasannya serupa, yakni sama-sama membela bangsa dan tanah air. Maka, Aceh adalah negeri seribu satu hikayat.

tuhoe 6 asoe nanggroe Adnan PMTOH (gemasastrin.wordpress.com)
(Alm)Tgk. H. Adnan PMTOH
Di samping Hikayat Prang Sabi, Aceh juga memiliki beberepa hikayat lainnya yang juga mendapat tempat di hati masyarakat. Hikayat-hikayat itu antara lain Hikayat Malem Diwa, Hikayat Putroe Bungsu, Hikayat Dangderia. Hikayat-hikayat ini sangat panjang. Untuk menghabis­kan cerita dalam hikayat-hikayat tersebut bisa memakan waktu tujuh hari tujuh malam, bahkan ada yang sampai tujuh belas malam, sebab cerita di dalamnya sambung menyambung, berepisode-episode.

Selain hikayat-hikayat yang disebutkan di atas, dalam masyarakat Aceh dikenal juga hikayat PMTOH. Hikayat ini dipopulerkan oleh Tgk. H. Adnan. Beliau dilahirkan di Meukek, Aceh Selatan, Desember 1931. Adapun nama PMTOH bukanlah judul hikayat sebagaimana nama-nama hikayat di atas. PMTOH merupakan salah satu jenis irama hikayat. Penamaan PMTOH diambil dari nama sebuah mobil bus penumpang lintas Sumatera, yang memiliki corong klakson di kiri kanan bagian depan mobil.

Mobil PMTOH sering digunakan Tgk. Adnan berkeliling saat membawakan hikayat-hikayatnya. Saat bermain, dia suka membunyikan klakson mobil PMTOH sambil me­mencet hidungnya. Karena itulah, gelar PMTOH akhirnya disematkan kepadanya hingga jadilah namanya Tgk. H. Adnan PMTOH.

Kata Tgk. Adnan, dia berguru hikayat kepada seorang le­laki tua di Manggeng, Kabupaten Aceh Selatan (sekarang masuk wilayah Aceh Barat Daya). “Namanya Mak Lapeh. Saya belajar kepadanya selama tiga tahun,” kata Adnan semasa masih hidupnya, seperti divisualkan dalam film “Pujangga Tanpa Pikir” karya Teuku Afifuddin.

Kelihaian Adnan dalam membawakan hikayat cepat dan lekas serupa air mengalir membuat ia mendapat gelar “Trobadur”. Putra Panglima Polem itu menghembuskan napas terakhir di usianya yang ke 75 (Selasa, 4 Juli 2006). Setelah kepergian beliau, kesenian tutur pun terkesan hilang dari Aceh. Dulu, Adnan acapkali tampil di depan masyarakat—di usia tua, dia main di TVRI. Hal ini mem­buat hikayat Aceh semakin populer ke dunia luar. Dia terus menyampaikan hikayat-hikayat ke sekeliling Aceh, bahkan ke luar Aceh. Sungguh Aceh dikenal sebagai neg­eri penuh hikayat. Namun, sekarang keresahanlah yang diterima Aceh manakala tukang hikayat legendarisnya su­dah tiada. Akankah Aceh masih akan menjadi negeri hikayat?

jkma-aceh.org


Saatnya Rakyat Atjeh Menjadi Raja


Suatu hari saya ditanya "siapakah yang paling berhak menjadi raja atau yang sekarang disebut sebagai Wali Nanggroe Aceh?" Sebelum saya berhasil menjawab karena masih harus mengingat referensi sejarah Aceh seorang kawan tiba-tiba menjawab: "kini, semua rakyat Acehlah yang pantas diposisikan sebagai raja!"


Cukup lama kami terdiam. Orang yang bertanya tidak lagi mengajukan pertanyaan lanjutannya. Saya pun tidak berusaha untuk meluruskan jawaban sang teman. Argumentasi sejarah yang tadinya sudah terkumpul dalam peta pikiran, langsung kacau. Beberapa saat saya kembali berusaha menata ulang struktur ingatan sejarah, minimal yang pernah saya baca.

Hasilnya aneh, saya justru tidak berusaha mengingat siapa dari keturunan raja atau keluarga yang paling berhak menjadi "pemilik" Aceh.

Saya justru dengan sangat mantap membenarkan penegasan sang kawan: "kini, semua rakyat Acehlah yang pantas diposisikan sebagai raja!"

***

Setidaknya, sejak akhir abad ke-14 M (1496) hingga awal abad ke-19 M (1903) Aceh pernah memposisikan seketurunan aneuk nanggroe sebagai raja (baca: mereka yang berdaulat). Tidak bisa dipungkiri, ditangan kaum monarki itu Aceh pernah mengalami masa-masa indah dalam membangun hingga mencapai kejayaannya pada abad ke-18 M. Itu artinya, sejak Sultan Ali Mughayat Syah hingga masa Sultan Iskandar Tsani.

Sebaliknya, tidak bisa pula menutup mata kalau ditangan orang-orang atau keturunan terpilih itu Aceh juga pernah mundur hingga pada titik paling kritis. Itu artinya terhitung sejak masa Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam memerintah (1641) hingga masa Sultan Muhammad Daud Syah (1903). Meski begitu, pada masa ini pula sejarah kepemimpinan Aceh mendapat penghargaan karena pernah menempatkan perempuan sebagai pemimpin tertinggi (1641-1699).

Aceh juga pernah memposisikan aneuk nanggroe lainnya dari keluarga pejuang fisabilillah untuk mengendalikan Aceh, setidaknya dalam dua periode paling mendebarkan yakni periode perlawanan besi (1874 - 1911) dan periode perlawanan api (1976 - 2005).

Meski tidak bisa mencapai kemajuan secara ekonomi akibat perang namun harus diakui kalau Aceh menjadi pihak yang meraih kemenangan moral dan harga diri karena tidak takluk dihadapan penjajah. Pada masa "perlawanan besi" itulah, Belanda menjadi pihak yang tidak pernah tenang dalam menjalankan roda pemerintahan kolonialisnya.

Sebaliknya, sejak periode "perlawanan api" dijalankan usaha Aceh membangun dalam rumah besar Indonesia menjadi terganggu karena harus berhadapan dengan rezim pemerintahan otoriter Indonesia. Akibatnya, berbagai tragedi kemanusiaan pun terjadi yang hingga kini belum mendapat perhatian secara keadilan maupun kebenaran. Dalam hitungan banyak pihak terbaca bahwa angka kerugian akibat konflik Aceh mencapai 107,4 triliun (10,7 miliar dollar AS). Meski begitu, tsunami pada akhirnya berhasil memadamkan "perlawanan api" dan melalui MoU Helsinki berhasil menghadir iklim demokrasi lokal yang lebih sehat serta "peace deviden" yang fantastis hingga 2027.

Pertanyaannya, untuk siapakah iklim demokrasi lokal dan seluruh "peace deviden" yang diperoleh itu? Untuk mereka yang dulu sudah pernah berjasa membawa Aceh mencapai kegemilangannyakah? Atau, untuk mereka yang sudah berhasil menjaga harga diri kedaulatan bangsa Aceh? Atau, semua itu untuk segenap rakyat Aceh?

Saya sangat yakin, jika seluruh penerus keluarga raja ditanya apakah jasa masa lalu harus dibayar dengan materi atau dengan jabatan mereka dengan tanpa jeda akan menjawab "itu masa yang indah, gagah, sekaligus juga sulit dan rumit. Sekarang, pasti lebih indah jika kita simpan Aceh sebagai tanah warisan dalam buku sejarah masa lalu dan menjadikan Aceh kini sebagai tanah harapan, tempat semua rakyat Aceh meraih mimpi masa depan yang lebih baik."

Sebaliknya, jika hal yang sama ditanya kepada famili di tiro mereka pasti akan menjawab dengan tegas: "sekalipun matahari kalian letakkan di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku tidak akan kami tukar perjuangan fisabilillah ini dengan harta dan tahta."

Karena itu sudah sangat tepat jika rakyatlah sebagai pemilik dan pemegang kadaulatan tertinggi atas Aceh. Dan sebagai pemilik kedaulatan sudah sepantasnya jika segenap "peace deviden" yang diperoleh Aceh diperuntukkan bagi menjalankan program-program pembangunan untuk memastikan rakyat bisa memperoleh standar hidup berkelas seorang raja.

Tahun ini (2011), iklim demokrasi lokal akan menggelar Pilkada kedua paska damai. Seluruh rakyat sebagai pemilik kedaulatan akan diuji apakah akan memilih Kepala Pemerintahan Aceh yang akan memperkuat iklim demokrasi lokal dan akan mengelola "peace deviden" untuk menghadirkan standar hidup berkualitas raja bagi rakyat. Atau, sebaliknya akan kembali salah pileh (pilih) yakni memilih kepala pemerintahan Aceh yang siap bersekutu dengan mereka yang ingin menyerahkan kedaulatan rakyat kepada seseorang yang selanjutnya menjadi pemilik seluruh sumber daya Aceh termasuk "peace deviden" yang diperoleh Aceh dari hasil perjanjian damai.

Kita tunggu saja, apakah nasehat Snock Hugronye yang dulu pernah dipakai oleh pemerintahan otoriter Indonesia akan juga dipakai oleh orang Aceh sendiri? Semoga saja tidak berlaku hadih madja yang dulu kerap di alamatkan kepada Indonesia: "musoh ta let peurangui ta cok."

note: jgan lupa kunjungin jg E, Punyak kwan saya jga ehheeh. . .
http://jambocinta.blogspot.com/
***
www.acehinstitute.org

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More