Halaman

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 01 Agustus 2011

KARI ACEH

BAHAN :
1 kg daging sapi
Kelapa 1 buah diambil patinya.
Garam

BAHAN GILING :
2 sendok makan ketumbar
1 sendok teh lada
15 buah cabe kering
5 buah cabe merah
½ sendok makan jintan ikan
6 siung bawang putih
6 siung bawang merah
Kelapa gongseng (u nelhe) 1 sendok makan

BAHAN TUMIS :
Kapulaga 3 buah
Buah pala 1 buah
Bunga keling 3 ulas
Cengkeh 2 buah
Daun temurui 2 tangkai dan daun pandan 1 tangkai
Serai sebanyak 2 batang dipotong-potong
Kaca-kaca sedikit.

CARA MEMBUATNYA :
Daging dipotong kotak-kotak (sekitar 35 potong), dicampur dengan asam jawa (2 cm) dan jeruk nipis (1/2 buah) aduk rata.
Panaskan minyak dan tumis bahan tumis, kemudian masukkan bahan giling dan daging. Setelah ½ matang masukkan pati santan. Boleh tambah kentang kalau suka.
Kalau daging sudah empuk boleh diangkat.

CUMI MASAK ACEH

1. CUMI PHEP

BAHAN
- Cumi 1 kg
- Asam jawa 1 cm
- Daun kari (temurui) 2 tangkai
- Garam secukupnya

BAHAN GILING :
- Bawang merah 3 siung
- Bawang putih 1 siung
- Asam sunti 10 buah
- Cabe rawit 20 buah (boleh dikurangi kalau tidak suka pedas)
- Cabe merah 2 buah
- Kunyit ½ sendok makan

BAHAN RAJANG :
- Bawang merah 3 siung
- Cabe hijau 10 buah
- Daun bawang pre sedikit
- Tomat ½ buah

CARA MEMBUAT :
- Cumi dipotong menjadi dua bagian ditambahkan air asam jawa dan garam diamkan selama lebih kurang 15 menit.
- Cumi tersebut kemudian dicampur dengan bumbu giling.
- Kemudian tumis campuran tersebut.
- Kemudian tambahkan bahan rajang dan temurui.
- Masak sampai cumi empuk.
- Selamat mencoba.


2. CUMI KECAP

BAHAN
- Cumi 1 kg
- Bawang merah 5 siung
- Bawang putih 3 siung
- Cabe merah 15 buah
- Tomat 1 buah
- Halia 1 cm
- Daun salam 2 lembar
- Asam jawa 1 cm
- Jeruk nipis 1 buah
- Kecap manis dan kecap asin.
- Garam secukupnya.

CARA MEMBUATNYA :
- Cumi dicampur dengan garam, daun salam, air asam jawa, air jeruk nipis direbus sampai airnya kering.
- Kemudian bumbu-bumbu yang lain dirajang.
- Cumi rebus ditambah bumbu rajang ditumis.
- Setelah berbau harum tambahkan kecap manis dan kecap asin sesuai selera.
- Selamat mencoba.


3. CUMI GORENG

BAHAN
- Cumi 1 kg
- Bawang merah 10 siung
- Bawang putih 3 siung
- Bawang pre 1 batang
- Cabe merah 10 buah
- Cabe hijau 10 buah
- Tomat 1 buah
- Halia 1 cm
- Daun salam 2 lembar
- Asam jawa 1 cm
- Jeruk nipis 1 buah
- Garam secukupnya.

CARA MEMBUAT :
- Cumi dipotong menjadi dua bagian ditambahkan air asam jawa, jeruk nipis dan garam garam diamkan selama lebih kurang 15 menit.
- Rajang semua bumbu di atas.
- Cumi ditambah bumbu rajang ditumis.
- Kemudian tambahkan daun salam.
- Masak sampai cumi empuk.
- Selamat mencoba.

Soto Aceh


soto-aceh750 ml santan, dari sebutir kelapa
500 gr daging sapi, potong dadu kecil
2 bh tomat, iris-iris
2 btg serai, ambil bagian putihnya, memarkan
4 lembar daun salam
2 btg seledri, iris halus
2 bh jeruk nipis, peras
2 sdm bawang goreng, untuk taburan
3 sdm minyak, untuk menumis




Bumbu Halus
1 sd ketumbar, sangrai
4 butir kemiri
1 sdt merica bubuk
8 buah bawang merah
3 siung bawang putih
1 ruas jari jahe
Garam secukupnya

Mesjid Raya Baiturahman Banda Aceh



Mesjid Raya Baiturahman yang terletak di pusat kota Banda Aceh yakni di Pasar Aceh merupakan mesjid kebanggan masyarakat Aceh. Mesjid ini berkubah tunggal dan dibangun pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959 - 1968). ketika tsunami melanda  aceh 26 desember 2004 Mesjid ini juga selamat dari ganasnya Tsunami meskipun sempat digenangi air setinggi dua meter lebih. Mesjid ini memiliki sejarah yang berarti.
Sejarah mencatat pada jaman dulu ditempat ini berdiri sebuah Mesjid Kerajaan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873 Mesjid ini dibakar, namun untuk meredam kemarahan rakyat Aceh pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah Mesjid sebagai penggantinya yang berdiri megah saat ini.

Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid tersebut.

Gunongan




Gunongan merupakan sebuah bangunan peninggalan sultan Iskandar Muda (1608 - 1636) untuk pemainsurinya putri Phang.

Konon putri Phang rindu dengan  kampung halamannya pahang di malaysia yang di kelilingi perbukitan. Sultan Iskandar muda kemudian membuat bagunan gunongan buat putri phang menghabiskan waktunya ketika matahari akan tenggelam

Pantai Lhoknga

                                                                                                                                                                                                                                                                                 Pantai Lhoknga cukup indah dengan pasir putihnya dapat di gunakan sebagai tempat rekreasi buat berjemur, berenangmenyelam selancar, dan memancing.



Di sore hari pantai terasa semakin indah dengan meyaksikan matahari terbenam (sunset) yang sungguh mempersona.

Lonceng Cakradonya



Lonceng Cakradonya ini merupakan hadiah dari kerajaan cina yang dibawa oleh Laksamana, Ceng Ho kepada Sultan Aceh.

Lonceng ini sekarang berada di komplek Museum Aceh

Seulawah Cikal Bakal Penerbangan Republik Indonesia.




"Daerah Aceh adalah menjadi Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat Aceh seluruh wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali,"  (Soekarno)

Aceh telah mengorbankan segala-galanya untuk melahirkan Republik Indonesia, bagaikan seorang ibu bertaruh nyawa untuk meyaksikan anaknya terlahir selamat ke dunia. Aceh telah berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan Indonesia. Pesawat Seulawah yang dikenal sebagai RI-1 dan RI-2 merupakan bukti nyata dukungan totalitas yang diberikan Aceh dalam proses persalinan republik itu. Seulawah yang menjadi cikal--bakal Garuda Indonesia Airways, merupakan instrumen paling penting dan paling efektif dalam tahap-tahap paling awal perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dengan pesawat yang disumbangkan lewat pengumpulan harta pribadi rakyat Aceh inilah Indonesia berhasil menembus blokade tentara pendudukan kolonial. Seulawah-lah yang membawa tokoh-tokoh bangsa ke dunia internasional untuk membangun dan membina jaringan hubungan internasional yang menghasilkan pengakuan dan dukungan kepada Republik Indonesia dalam perjuangan menghalangi kembalinya kolonialisme di kawasan ini.

Aceh Mengapa Di Sebut Serambi Mekkah?


Negeri Aceh pada abad ke 15 M pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam nusantara. Negeri ini dijuluki “Serambi Makkah” sebuah gelar yang penuh bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Menurut analisis pakar sejarawan, ada 5 sebab mengapa Aceh menyandang gelar mulia itu.

Pertama, Aceh merupakan daerah perdana masuk Islam di Nusantara, tepatnya di kawasan pantai Timur, Peureulak, dan Pasai. Dari Aceh Islam berkembang sangat cepat ke seluruh nusantara sampai ke Philipina. Mubaligh-mubaligh Aceh meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama Allah kepada manusia. Empat orang diantara Wali Songo yang membawa Islam ke Jawa berasal dari Aceh, yakni Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ngampel, Syarif Hidayatullah, dan Syeikh Siti Jenar.

Kedua, daerah Aceh pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan di Nusantara dengan hadirnya Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman) lengkap dengan berbagai fakultas. Para mahasiswa yang menuntut ilmu di Aceh datang dari berbagai penjuru dunia, dari Turki, Palestina, India, Bangladesh, Pattani, Mindanau, Malaya, Brunei Darussalam, dan Makassar.

Ketiga, Kerajaan Aceh Darussalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Makkah atas nama Khalifah Islam di Turki bahwa Kerajaan Aceh adalah “pelindung” kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara. Karena itu seluruh sultan-sultan nusantara mengakui Sulatan Aceh sebagai “payung” mereka dalam menjalankan tugas kerajaan.

Keempat, daerah Aceh pernah menjadi pangkalan/pelabuhan Haji untuk seluruh nusantara. Orang-orang muslim nusantara yang naik haji ke Makkah dengan kapal laut, sebelum mengarungi Samudra Hindia menghabiskan waktu sampai enam bulan di Bandar Aceh Darussalam. Kampung-kampung sekitar Pelanggahan sekarang menjadi tempat persinggahan jamaah haji dulunya.

Kelima, banyak persamaan antara Aceh (saat itu) dengan Makkah, sama-sama Islam, bermazhab Syafi’i, berbudaya Islam, berpakaian Islam, berhiburan Islam, dan berhukum dengan hukum Islam. Seluruh penduduk Makkah beragama Islam dan seluruh penduduk Aceh juga Islam. Orang Aceh masuk dalam agama Islam secara kaffah (totalitas), tidak ada campur aduk antara adat kebiasaan dengan ajaran Islam, tetapi kalau sekarang sudah mulai memudar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More